Saturday, 5 July 2014

Saya Nyebelin Loh

Kemarin saya baru saja baca kalau watak dan karakter itu beda, loh apa bedanya?
menurut dari apa yang saya baca, watak adalah sifat bawaan dari lahir sedangkan karakter adalah sifat atau pembawaan diri yang dapat dibentuk dan disesuaikan seiring dengan pergaulan, pendidikan dan kebutuhan orang tersebut.
Nah, yang watak itu, yang katanya adalah bawaan lahir, itu tidak semua menyenangkan dan bersifat baik. Watak baik dan buruk, ya tidak buruk-buruk amat deh, atau sering tidak menyenangkan, itu dimiliki oleh setiap orang. Dan sekarang saya sering berpikir saya ini orang yang tidak menyenangkan, hehehe... banyak alasan kenapa saya bilang begitu, biar saya runut satu persatu (pernah saya tulis singkat di twitter).

Nama saya Mira Maharani, waktu saya SMP saya pernah dibaca katanya dari nama saya saja sudah terlihat kalau saya keras kepala, saya hanya mesem-mesem tapi belum tahu maksudnya apa lalu dijelaskan, katanya begini "Mira dari nama aja kamu udah keliatan keras kepalanya, Mira itu kan batu, batu mirah yang warna merah itu, tau kan? batu mirah itu merah dan keras, sedangkan nama belakang kamu Maharani, itu kan artinya ratu, jadi ya kamu itu ratu keras kepala, kebayang kan segimana kerasnya?" dan saya cuma bisa bengong saat itu, itu yang pertama.
Yang kedua, golongan darah saya B, bagi orang-orang yang percaya akan watak berdasarkan golongan darah, mungkin bisa dicek. Ceritanya, saya bingung kenapa teman-teman di kantor saya selalu membicarakan golongan darah dan sepertinya mereka bangga dan membenarkan hal itu. Kemudian saya iseng-iseng tanya mereka tahu darimana, mereka bilang sudah ada bukunya, setelah saya cek, yang bisa saya lakukan hanya senyum sendiri, ternyata benar, sifat saya selama ini memang kebanyakan adalah watak yang disebutkan digolongan darah tersebut, dikatakan golongan darah B itu cuek, tidak peduli urusan orang lain dan egois (yang ini saya no comment), tidak bisa menahan marah, tidak bisa diatur, suka bicara seenaknya (yang apa adanya), hobi telat, hanya fokus pada apa yang disukainya, dan lain-lain dan lain-lain (baca sendiri bukunya ya).
Saya berzodiak Virgo, Virgonian katanya. Watak bawaan dari Virgo salah satunya itu adalah keras kepalanya itu, dan yang lain-lain yang saya akui juga ada benarnya, misalnya kalau bicara seenaknya, cenderung sarkasme walaupun itu bercanda, berjiwa detektif, perfeksionis berdasarkan standarnya sendiri, dan masih banyak sifat lainnya dan mostly saya tidak bisa lebih setuju lagi. 

Seorang teman komentar masih saja saya percaya zodiak, saya bilang saya tidak percaya zodiak untuk diramal masa depan, ini hanya seperti pembenaran atau dukungan atas apa yang membentuk saya menjadi seperti sekarang ini, toh saya sudah bersifat begini sebelum saya follow @virgonation dan sebelum saya baca buku golongan darah itu. Saya hanya ingin tahu dari mana semua sifat menyebalkan saya berasal, karena paman saya pernah berkata apa yang saya katakan padanya pernah menyinggung dan membuatnya berpikir walaupun apa yang saya hanya bercanda, dan teman-teman saya hanya curhat untuk minta didengarkan, karena kalau saya beri saran atau komentar, ya tahu lah ya seperti apa komentar yang akan terlontar.

Dan seseorang pernah berkata pada saya, bahwa bila kita mencintai seseorang, cintailah keburukannya bukan kebaikannya, karena semua orang akan mencintai kebaikannya sedangkan hanya kita yang bisa mencintai keburukannya dan akan menjadikan kita orang yang sangat special bagi orang tersebut. Jadi sekali lagi, (seperti yang pernah saya sampaikan di twitter juga) dengan ini , saya adalah saya dengan sifat seperti ini, saya meminta maaf apabila ada yang tersinggung atau kurang berkenan. Saya tidak mengharapkan anda menyukai saya, ini adalah saya, you may like it, hate it, or even love it, you decide!.


Cheers!

Monday, 20 January 2014

PINTU


Aku seperti pintu, 
Berdiri tertiup angin, tegak tersiram hujan dan gagah menantang panasnya matahari di sisi luar, 
Tapi Lembut dan dingin di bagian dalam, ketika kamu melihatku. 
Aku menunggumu,
entah siang, entah malam tak peduli menjelang fajar, 
Aku melihatmu dengan berbagai raut muka yang berbeda yang tak pernah lupa, 
Senyummu mengembang di pagi hari, 
aku melihatmu melambai pada pria dengan kemeja berwarna abu-abu, 
Rupanya dia pacar barumu, sekali dia mencium pipimu di depan pintu, kemudian kamu masuk dan tersipu.

Seminggu, pria berkemeja abu itu masuk dan menutup pintu dari dalam, 
oh rupanya kamu dan dia bersama menghabiskan malam. 
Tiga bulan berjalan, pria itu tak pernah berkunjung, kudengar kau bicara padanya di telepon dan saling mengucapkan kata rindu sebagai penghujung, 
Cinta jarak jauh, begitu yang kutahu. 
Kamu membanting pintu dan menguncinya dengan duka, 
kemudian kembali dan menutupnya dari dalam dengan hati luka lebam, 
Aku pun tahu kamu putus cinta.

Andai aku bisa membuatmu tertawa, tapi aku bisa apa. 
Kamu tak pernah melihatku, karena bagimu aku bagai pintu. 
Yang kamu buka, kamu tutup, kamu kunci kamu pergi.
Lalu kamu kembali, kamu buka, kemudian kamu tutup dari dalam, 
sambil sesekali kau banting, dan pernah pun kau tendang, 

Tak pernah kamu lihat aku seutuhnya,
aku yang mampu melindungimu dan menerimamu apa adanya,
yang takkan pernah lupa setiap ekpresimu saat bicara padaku. 

Ahhhh, andai kamu tahu, aku bukan pintu, aku mencintaimu.




*gambar diambil dari interioreksterior.com*

Sunday, 5 May 2013

Truly Followers

Selamat Sore!

Sebenernya ide ini sudah muncul dari beberapa bulan yang lalu, sayang waktu itu saya tidak punya cukup waktu untuk menuliskannya di blog ini.
Punya followers? pasti punya dong, apalagi Anda aktif di jejaring sosial seperti twitter, path, instagram dan yang lainnya yang memang sedang marak saat ini. Tapi saya disini tidak akan membahas tentang sosial media, ini mengenai kepribadian. Ya betul, ternyata kepribadian juga bisa dikatakan followers jika Anda hanya mengikuti arus yang ada tanpa memilih mana yang benar atau tidak, mana yang harus diikuti atau tidak, dan mana yang harus dipercaya atau tidak.
Kepribadian seseorang juga sama seperti orang tersebut menerima informasi atau sesuatu yang baru dalam dunia marketing, saya baca dalam bukunya @pandji bahwa ada elemen-elemen yang atau orang yang bisa dikatakan sebagai innovators, early addaptors, early majority, late majority dan laggard.
Innovators adalah tipe orang yang selalu mencari sesuatu yang baru, Early addaptors adalah orang-orang yang pertama mengadaptasi hal yang dilakukan innovators, Early Majority adalah mayoritas masyarakat yang paling duluan mengadaptasi Early addaptors, sedangkan Late Majority adalah kalangan mayoritas yang belakangan mengadaptasi dan Laggard adalah orang yang suka mengkonsumsi sesuatu yang sudah basi.

Lalu apa hubungannya dengan followers Mir?
Tentu ada dong, ga mungkin saya nulis panjang lebar tanpa ada maksud dan hubungannya. Jadi pada saat itu, sekitar awal tahun 2010 lewat sebuah jejaring sosial saya mengenal teman-teman baru, berteman akrab sebagai sebuah komunitas, dan hal itu menjadi awal masalah bagi saya dan pacar saya dulu. Dia tidak menyukai dunia baru saya dan mengatakan bahwa hal itu tidak penting. Saya rasa dia salah dan saya bertahan dengan pendirian saya, singkat cerita tahun berganti dan kami mengakhiri hubungan kami, saya menemukan bahwa dia mulai tergila-gila dengan sosial media yang awalnya dia katakan tidak penting itu, sungguh late majority bukan?
Ketika orang-orang mulai ramai menggunakan sosial media, dia ikutan gila, tapi belakangan setelah dia melarang saya habis-habisan. Kemudian, ketika hubungan kami berakhir dan dia memulai lagi hubungan baru dengan wanita lain, yang ternyata addict sosial media juga, wanita tersebut melakukan hal-hal yang dulu mantan saya larang terhadap saya. Sungguh lucu ya..

Dan kenapa saya katakan followers? sesungguhnya kata itu untuk wanita tersebut, bagaimanapun, Anda tidak bisa membenci seseorang yang Anda tidak kenal hanya karena Anda mengetahui cerita tentang orang tersebut dari pihak lain, menjelek-jelekkan orang tersebut kepada teman-teman Anda yang melakukan public humiliation. Followers sekali bukan? tanpa mengetahui bagaimana cerita sebenarnya dari kedua pihak, hanya karena dia mantan dari pacar Anda sekarang dan mereka menjalani hubungan yang cukup lama Anda bisa langsung membencinya.

Jujur, Saya tidak pernah membenci semua mantan pacar dari mantan-mantan saya, karena apa? Setiap orang punya masa lalu, dan membenci masa lalunya tidak akan membuat Anda akan bersamanya saat ini.
Saya tidak membencinya, baik mantan pacar saya dan pacar barunya itu, hanya saja saya ingin menyampaikan dan berbagi cerita bahwa sebagai followers di sosial media tidak menjadikan kepribadian kita sebagai followers juga, kita bisa memilih dan menelaah masalah mana yang bisa kita campuri atau tidak,
saya tidak berharap dia membaca tulisan saya ini karena berteman dengannya pun saya tidak. :)

Sekali lagi, jangan pernah Anda membenci seseorang karena cerita dari satu pihak saja, terlebih Anda tidak mengenalnya dengan baik, Siapa tahu apa yang dilakukan oleh orang yang Anda benci itu sama dengan apa yang Anda lakukan bila menghadapi masalah yang sama, atau bahkan Anda tidak lebih baik dari dia.
Kenali lebih dalam siapa diri kita dan bercerminlah.



Cheers!